Menakar Peran Ibu di Masa Pandemi

Menakar Peran Ibu di Masa Pandemi

Ditulis oleh: Sumeilina (Mahasiswa Ideologis Lubuklinggau)

Sejumlah provinsi mulai Senin (16/3) meliburkan sekolah, dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA hingga Senin (30/3). Langkah itu diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19 di lingkungan lembaga pendidikan.

Sebagai gantinya, pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah diubah menjadi di rumah. Siswa tetap mengerjakan semua tugas sekolah meski berada di rumah. Orang tua yang juga bekerja dari rumah diminta untuk mengawasi proses belajar anak selama berada di rumah.

Meski terlihat menyenangkan, pembelajaran di rumah bukanlah sesuatu yang mudah bagi para orang tua. "Ini anak-anak belajar di rumah jadi orang tua yang sibuk. Aku stres banget nih jadi pengawas. Materinya banyak banget," ujar Mesya, seorang wali murid.(https://republika.co.id/berita/q7dlrn409/murid-belajar-di-rumah-stres-orang-tua-dan-kendala-lai)

Indonesia saat ini sedang berjuang melawan covid-19 yang telah mewabah di indonesia sejak pertengahan maret lalu, hal ini pun memicu kepala daerah di sebagian provinsi di indonesia untuk meliburkan sekolah mulai dari Tk sampai perguruan tinggi demi memutuskan mata rantai dari covid-19 agar tak menyebar luas sebagai gantinya peserta didik diharapkan untuk belajar dirumah yang orientasinya adalah kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan melalui media elektronik atau diganti dengan sejumlah tugas yang dikirimkan melalui media elektronik agar peserta didik tak keluar rumah. Tentu saja semua ini membutuhkan peran serta yang besar seorang ibu dalam membimbing anak-anaknya dirumah agar tetap melaksanakan melaksanakan tugas sekolah sesuai intruksi dari sekolah.

BACA : Sikap Masyarakat Kapitalis VS Islam Menghadapi Bencana


Peran ibu tentu sangat penting selama masa karantina ini dimana yang awalnya ibu hanya mengurusi dapur kini perannya dalam pendidik pun harus dilakukan, agar sang anak tak ketinggalan dalam pelajaran, karena memang sejatinya seorang ibu tak hanya mengurusi dapur atau sekedar mengurus suami dan anak. Namun memang harus bisa menjadi madrasah pertama bagi anaknya sehingga lahir para penerus intelektual yang menjanjikan.

Makna inilah yang diungkapkan seorang penyair dalam bait syairnya:
الأم مدرسة إذا أعددتَها
أعددتَ شَعْباً طَيِّبَ الأعراق
Ibu adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu menyiapkannya Berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya

Faktanya, kini justru ibu malah kewalahan dalam mendidik anak dan menganggap tugas-tugas sekolah terlalu berat bagi anak-anak nya dan ibu hanya bisa menyalahkan sepihak dan menganggap bahwa mendidik bukan lah kewajibannya, semua ini nampak jelas bahwa memang tak ada kesiapan dalam mempersiapkan bahan pembelajaran oleh seorang ibu maka ketika ibu dihadapkan oleh persoalan pendidikan ibu hanya menganggap bahwa itu bukan kewajibannya. Semua ini bertolak belakang dengan islam yang mewajibkan seorang ibu menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya dan tentu saja hal ini banyak terjadi ditengah-tengah umat dengan sistem yang membelenggu pendidikan dimana sekulerisasi pendidikan hingga kesetaraan gender memaksa seorang wanita untuk melupakan peran ibu yang sesungguhnya, sehingga yang wanita bisa lakukan adalah menyalahkan sepihak karena merasa ini bukanlah tugas nya.

BACA : Pengorbanan adalah Konsekuensi Perjuangan! Demikianlah Generasi Sahabat dalam Meraih Ridho Allah SWT


Islam sendiri tak akan membiarkan wanita lupa akan perannya sebagai al ummu warobatul bait ibu sebagai pengatur rumah tangga dimana di dalam nya sudah tersusun secara sedemikian rupa bahwa kewajiban ibu tak hanya memasak didapur namun menjadi madrasahtul ula atau madrasah pertama bagi anak-anak nya, dan sudah nampak jelas intelektual-intelektual islam yang berperan dalam kejayaan islam lahir dari seorang ibu yang paham akan kewajibannya dalam menanamkan aqidah yang kuat. Rasulullah SAW bersabda " wanita adalah tiang agama, jika wanita rusak maka rusak pulalah Negara". Maka seharusnya negara harus mampu menyiapkan dan mengedukasi seorang wanita akan kewajibannya ketika sebelum atau sesudah menjadi seorang ibu , bukan sebalik justru abai dan nampak tak peduli dengan keadaan masyarakatnya.

Wallahu'alam Bishawwab

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Menakar Peran Ibu di Masa Pandemi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel