Jelas Masyarakat Hidup Sejahtera dalam Sistem Islam

Masyarakat Hidup Sejahtera dalam Sistem Islam

Oleh Devi Rahma Dona- (Pegiat Opini Ideologis Lubuklinggau)

Disaat ini ditengah wabah virus covid-19 atau corana tentu masyarakat membutuhkan uluran tangan dari para pemimpinnya, yang ia pilih waktu pemilihan baik uluran kebutuhan secara psikologinya yang memberikan rasa nyaman ataupun hadir untuk memberikan solusi untuk kebutuhan dasar kebutuhan pokoknya.
 
Namun, saat ini yang tersuguh dengan perasaan yang perih masih banyak oknum para pemimpin yang tidak patut dijadikan contoh seperti Camat di Daerah Kecamatan Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan Kecamatan Medan Belawan Sumatera Utara yang Pak Camatnya memberikan sembako meminta para warga yang memperoleh sembako tersebut berpose yang ditulis "Saya orang tidak mampu penerima bantuan,".

Tentu hal tersebut mendapatkan tanggapan beragam dari berbagai pihak ditambah di tengah foto, terlihat ada logo Pemkot Medan. Tertulis juga 'Penerima bantuan beras Pemkot Medan di Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan'. Foto itu disebut diambil pada 4 April 2020.

Menanggapi hal tersebut dari Kabag Tata Pemerintahan Pemko Medan Rasyid Ridho Nasution yang di kutip dari portal media online https://news.detik.com membernarkan kejadi tersebut terjadi di Medan Belawan. Inisiatif ini datang langsung dari camatnya. "Di Belawan saja. Itu inisiatif Camat Belawan sendiri," Rabu (8/4/2020).

"Kita sudah tegur camatnya," ujar Rasyid Ridho Nasution.

Namun dengan cara-cara tersebut tidak "elok" walau dengan dalih agar bantuan tepat sasaran tetapi hal itu sangat melukai perasaan. Sehingga membuat para penerima bantuan merasa direndahkan harga dirinya bahkan terhina. Namun, di satu sisi mereka memang membutuhkan bantuan tersebut, meski tidak seberapa. Padahal sebenarnya hal ini memang sudah kewajiban pemerintah dalam menjamin kesejahteraan rakyatnya, termasuk kebutuhan dasar masyarakat.  

Cara Islam dalam Mensejahterakan Masyarakat

Islam akan menjamin kebutuhan dasar rakyat sesuai kebutuhan mereka, yang didistribusikan secara adil dan merata. Jelas Masyarakat Hidup Sejahtera dalam Sistem Islam, sebagai aturan kehidupan niscaya kaum muslim akan kembali mendapat puncak kejayaannya begitu juga dalam kesejahteraan masyarakat. Allah Swt menurunkan syariat Islam kepada Rasulullah saw sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, apapun warna kulit, agama, ras, dan segala latar belakang mereka.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. (TQS. al-Anbiya [21]: 107)

Tentu catatan dalam sejarah Islam telah ditorehkan dengan tinta emasnya. Menjadi bukti, bagai mana penerpan hukum-hukum Islam secara sempurna baik dalam urusan mengurusi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sandang, pangan dan papan, hingga perlindungan keamannnya.

Nah, lihatlah cicit dari sahabat nabi yang mulia Umar Bin Khattab yang ditulisakan oleh Ibnu Abdil Hakam dalam kitabnya Sirah Umar bin Abdul Aziz hal. 59 meriwayatkan, Yahya bin Said, seorang petugas zakat masa itu berkata,”Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya, saya bermaksud memberikannya kepada orang-orang miskin. Namun saya tidak menjumpai seorang pun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan semua rakyat pada waktu itu berkecukupan. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli budak lalu memerdekakannya.” (Al-Qaradhawi, 1995).

Didalam sistem ekonomi Islam dibangun di atas pondasi akidah Islam. Ini adalah akidah yang haq karena berasal dari Allah yang dibawa kepada umat manusia melalui Muhammad Rasulullah saw. Akidah Islam merupakan akidah yang memuaskan akal, menenteramkan jiwa, dan sesuai dengan fitrah manusia. Karenanya, peraturan yang terpancar dari akidah Islam, seperti sistem ekonomi Islam, memiliki karakter yang khas dan manusiawi.

Untuk konteks individu, kegiatan ekonomi dilandasi oleh nilai-nilai ibadah. Bukan materi yang menjadi orientasi (profit oriented), tetapi keridhaan Allah. Mencari materi merupakan perkara mubah dan menjadi wajib bagi seseorang yang menjadi penanggungjawab nafkah dalam keluarga. Mencari nafkah tentu tidak dengan menghalalkan segala cara melainkan harus terikat dengan hukum syariah.

Sedangkan, dalam konteks negara, kegiatan ekonomi merupakan salah satu wujud pengaturan dan pelayanan urusan rakyat. Inilah tugas umum negara. Untuk merealisasikannya, negara menerapkan syariah Islam baik dalam urusan ekonomi di dalam negeri maupun di luar negeri.

Negara menerapkan hukum-hukum Allah sebagai koridor kegiatan ekonomi dan bisnis untuk mencegah aktivitas ekonomi yang zalim, eksploitatif, tidak transparan, dan menyengsarakan umat manusia. Negara menerapkan politik ekonomi agar warga dapat hidup secara layak sebagai manusia menurut standar Islam. Negara juga menjalin hubungan secara global dan memberikan pertolongan agar umat manusia di seluruh dunia melihat dan merasakan keadilan sistem Islam.

Sistem Islam memiliki metode untuk membalikkan posisi krisis seperti yang dialami dunia saat ini menjadi sejahtera. Metode tersebut tentu dengan menerapkan sistem ekonomi Islam dalam pola hubungan ekonomi global melalui Khilafah Islamiyah.

Wa Allahu 'Alam Bisshwwab

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jelas Masyarakat Hidup Sejahtera dalam Sistem Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel