Ramadhan Bulan Bertaubat dan saatnya kembali ke Islam

Ramadhan Bulan Bertaubat dan saatnya kembali ke Islam

Ditulis Oleh : Ria Pratini - (Aktivis dan Generasi Pejuang Islam Lubuklinggau)

Ramadhan merupakan bulan yang mengandung peluang emas untuk bertaubat kepada Allah ta’aala. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam berpuasa di bulan ini, maka Allah ta’aala akan mengampuni segenap dosanya sehingga ia diumpamakan bagai berada di saat hari ia dilahirkan ibunya. Setiap bayi yang baru lahir dalam ajaran Islam dipandang sebagai suci, murni tanpa dosa.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَمَضَانَ
شَهْرٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صِيَامَهُ وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ
فَمَنْ صَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Bersabda Rasululah shollallahu ’alaih wa sallam, “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah ta’aala wajibkan berpuasa dan aku sunnahkan kaum muslimin menegakkan (sholat malam). Barangsiapa berpuasa dengan iman dan mengharap ke-Ridhaan Allah ta’aala, maka dosanya keluar seperti hari ibunya melahirkannya.” (HR Ahmad 1596).

Maka tidak ada pilihan lain. Terkecuali, untuk banyak-banyak bertaubat dan berlomba-lomba khusuk  beribadah kepada Rabb-Nya. Karena, umat Islam akan memperoleh banyak peluang ampunan dosa-dosanya dan pahala yang berlipat-lipat dari Allah Swt. Hal ini, seperti dikabar oleh Hadis Rasulullah Saw :

“Barangsiapa yang puasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap (pahala), maka akan diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 
“Apabila masuk bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan (sebagian) setan pun dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena para setan dibelenggu dan dirantai jika datang Ramadhan. Pintu-pintu neraka ditutu, pintu surga dibuka, sehingga para hamba Allah dekat dengan Rabb mereka. Sehingga ibadah menjadi mudah untuk dikerjakan.

Sesungguhnya Nabi mengucapkan amîn sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdoa. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amîn”. Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amîn”.[1]

Read more at: https://almanhaj.or.id/11715-meraih-ampunan-allah-azza-wa-jalla-al-ghafur-di-bulan-ramadhan-yang-mulia.html
Selain itu pernah diceritakan. Sesungguhnya Nabi mengucapkan amîn sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdoa. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amîn”. Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amîn”.
Sesungguhnya Nabi mengucapkan amîn sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdoa. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amîn”. Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amîn”.[1]

Read more at: https://almanhaj.or.id/11715-meraih-ampunan-allah-azza-wa-jalla-al-ghafur-di-bulan-ramadhan-yang-mulia.html
Sesungguhnya Nabi mengucapkan amîn sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdoa. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amîn”. Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amîn”.[1]

Read more at: https://almanhaj.or.id/11715-meraih-ampunan-allah-azza-wa-jalla-al-ghafur-di-bulan-ramadhan-yang-mulia.html

Kalau kita tidak bertaubat pada bulan ini, kapan lagi kita akan bertaubat?

Namun, tak dapat dipungkiri. Ramadhan tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun yang lalu, karena kondisi wabah covid-19 atau Corona. Yang membuat perubahan yang drastis tesebut. Biasanya sebelum masuk 1 Ramadhan umat Islam rutin melakukan pawai Tarhib Ramadhan yang berkeliling kampung atau kota untuk mengabarkan bulan mulia akan segera datang kini tidak bisa lagi. Dan ditambah dengan kondisi saat ini banyak masjid-masjid yang ditutup meniadakan shalat terawih berjamaah dan juga buka bersama.

Tetapi, dengan begitu Ramadhan tahun ini tetap kita sambut dengan penuh dengan ketaatan untuk terus bertaubatan mengharap ampunan dan kebaikan amalan. Semoga, kita melewati Ramadhan tahun ini terhindar dari rasa sesal, menyesal campur kesal karena tak beribadah dan bertaubat dengan maksimal.

Sebagai intropeksi, baik untuk diri ini atau untuk negeri ini. Bahwa, tahun ini Allah tunjukan ramadhan sebagai peringatan keras untuk kita semua, atas segala kemaksiatan yang dilakukan, pelanggaran hukum-nya yang sering dipermainkan, serta kelalaian terhadap syariat-nya yang sering terlupakan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.  (Surat Al-Baqarah Ayat 208)

Semoga dengan Allah swt turunkan wabah ditengah-tengah ramadhan ini. Sebagai pelantara berakhirnya sistem yang rusak buatan manusia yakni Sistem Kapitalis Libral yang nyata-nyata rusaknya yang dapat kita lihat dengan mata telanjang dalam menghadapi epidemi Virus Covid-19  cenderung saling lempar tanggung jawab, juga saling menyalahkan tanpa memberikan solusi yang akhirnya umat manusialah yang menjadi korbannya.

Sebagai pengantinya terbitlah mentari Islam dengan sistem khilafahnya yang akan menerapkan hukum-hukum Islam secara sepurna yang akan mengayomi umat manusia diseluruh dunia. Sehingga  walaupun Ramadhan ditengah epidemi global seperti virus Covid-19 atau Corona seperti saat ini. Islam dengan sistem Khilafah hadir memberikan rasa aman (Utamanya dalam beribadah kepada Allah Swt) sekaligus memberikan solusi tuntas sampai keakar-akarnya (Terkhusus dalam bidang Ekonomi dan penanganan Epedemi) baik di dalam Negara Islam itu sendiri ataupun semua bangsa dan negara yang terdampak dari epedemi virus tanpa memandang status agama mereka.

Sebagai bukti yang tercatat dalam dalam sejarah kejayaan islam dengan sistem Khilafahnya memberikan pertolongan bangsa-bangsa asing seperti mengatasi kelaparan di Irlandia di tahun 1845 dengan mengirimkan makanan dan uang sebesar 10 ribu sterling, sedangkan Kerajaan Inggris yang menguasai Irlandia hanya memberikan bantuan sebesar seribu sterling.

Dengan itu, kita memohon kepada Allah. Semoga Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang tidak diterapkannya syariat Islam di muka bumi. Semoga tahun depan, Ramadhan dapat kita rasakan di bawah naungan keberkahan Islam. Amiin Amiin Yaa Rabbal’alamin

#Yuk ngaji yuk hijrah
#Islam rahmatan lilalamin

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ramadhan Bulan Bertaubat dan saatnya kembali ke Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel