Masalah Remaja tidak beradab apa sebabnya? Ini solusinya

Masal Remaja tidak beradab

Ditulis Oleh: Sri Wahyu Anggraini, S.Pd (Guru dan Aktivis Dakwah Islam)

HASTAGIDN.WEB.ID -OPINI- Di saat pandemi covid-19, akhir-akhir ini ramai perbincangan di sosial media masalah remaja yang tidak beradab yang menimbulkan keresahan dan kemirisan. Bagaimana tidak? Harusnya di tengah wabah pandemi covid-19 memperbanyak Taubat kepada Allah Swt dan berbuat hal-hal yang positif, tetapi yang terjadi para remaja ini malah melecehkan gerakan shalat salat joget-jogetan, salat mutar musik disco, salat gerakan ngawur, bahkan parahnya Imam menghadap makmum dan menakut-nakuti makmum. Selain itu, menyusul tiga remaja putri yang melecehkan lewat lagu Aisyah Istri Rasulullah yang diubah dengan kata yang tak pantas serta berjoget mengenakan handuk.

Ditambah seperti berita yang beredar demi obsesi untuk menambah subscribe. Youtuber asal Balenda Bandun Ferdian Paleka, Aidil dan Tubagus Fahddinar mereka membuat konten prank makanan yang dibagikan ke waria. Hal yang mereka lakukan tersebut akhirnya mendapat banyak kecaman dari para netizen, adanya laporan dari pihak waria dan mengakibatkan polisi melakukan penyelidikan terhadap youtuber ini dan tidak sampai 1 Minggu sudah ditemukan. Yang berujung tersangka dan diancaman pasal yang belipat hingga penjara 12 tahun. Walau begitu ada hal lain yang patut dipertanyakan? misal bagai mana lambannya dan cenderung melor lalu hilang dalam penanganan kasus para tikus berdasi yang menjadi korban tidak hanya beberapa orang tetapi ribuan bahkan jutaan rakyat.

Ya, mereka ini demi mengejar popularitas di dunia maya berbagai hal dilakukan untuk menarik minat netizen, meskipun harus melanggar adab dan berani melecehkan Agamanya.

Masalah remaja menjadi tidak beradab saat ini tidak lepas dari pengaruh paham liberalisme dari barat yang merupakan Skenario Global untuk menyuburkan kerusakan mental dan menyesatkan generasi Islam. Paham ini mengajarkan kepada generasi muda untuk bebas berbuat tanpa mempertimbangkan aturan agama. Maka Wajar saja jika kondisi generasi remaja saat ini demikian, karena paham Sekularisme liberal menjadi arah pandangnya, yang tidak memikirkan benar atau salah sesuai aturan Allah. Dimana Eksisensi diri berlandaskan hawa nafsu yang justru menjerumuskan.

Landasan liberalisme yang jadikan sebagai kebebasan berekspresi dalam demokrasi menyuburkan masalah remaja tidak beradab dalam hal ini membuat konten-konten sampah,  kejadian ini akan terus berulang meski telah diatur dengan undang undang dan diberikan aturan yang berlaku. Kondisi kerusakan generasi remaja saat ini tentu harus menjadi perhatian yang serius bagi kita semua, baik orang tua, masyarakat maupun negara. Sebenarnya permasalah remaja ini tidak akan lahir jika yang mendidiknya adalah sistem Islam

Islam memberi perhatian khusus bagi para generasi remajanya, mereka mengemban ideologi Islam dan ikut aturan serta cara hidup dalam Islam.. Generasi dalam Islam akan didik memiliki kepribadian Islam baik pola pikir, pola sikap, sedangkan pihak yang bertanggung jawab merealisasikan visi ini adalah keluarga, masyarakat dan negara yaitu hilafah.

Peran keluarga sebagai wadah pertama pembentukan aqidah bagi para generasi melalui di dalamnya orang tua Yakni dengan menanam aqidah agar mengenal betul Allah Swt dan bahkan pada usia dini diajak menalar dirinya manusia dan seluruh yang ada di alam semesta adalah ciptaan dari Allah dan bahkan telah diajak untuk taat kepada Allah dan dididik kecintaannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Adanya kontrol masyarakat yakni masyarakat pun juga mempunyai kewajiban melindungi anak dan generasi dari pengaruh internet dan pengaruh lainnya, yang dapat merusak moral dan aqidah anak. Dengan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Kemudian, negara (pemimpin) adalah pelindung (junnah), pengayom, dan benteng. Sesungguhnya, yang akan menjaga, melindungi dan mengurusi seluruh rakyatnya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepengurusan itu. Sabda Rasulullah:

“Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya" (HR. Bukhari ).

Serta melarang konten apapun yang dapat melemahkan keimanan, dan mendorong terjadinya pelanggaran terhadap hukum syara’. Negara memberi sanksi tegas bagi yang melanggar hukum syara dengan hukuman yang membuat pelaku menjadi jera serta dapat mencegah orang lain untuk melakukan pelanggaran.

Dengan adanya mekanisme penjagaan Khilafah terhadap generasi terbukti menghasilkan generasi yang cemerlang dan Bahkan bukan hanya pintar pada ranah intelektual melainkan aqidah, akhlak dan moral amat terjaga. Hal ini dapat terwujud jika sebuah negara dalam kehidupannya menerapkan hukum-hukum yang berasal dari sang pencipta

Wallahu A’lam Bishawab

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Masalah Remaja tidak beradab apa sebabnya? Ini solusinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel