Khilafah: Dalam Timbangan Syariah dan Sejarah

Khilafah: Dalam Timbangan Syariah dan Sejarah

Oleh : Devi Rahma Dona - Aktivis dakwah Muslimah Lubuklinggau

HASTAGIDN.WEB.ID - OPINI- Pemblokiran penanyangan Film 'Jejak Khilafah di Nusantara' oleh pemerintah menuai polemik di kalangan masyarakat. Film tersebut diblokir ditengah-tengah siaran langsung secara virtual.

Sebelumnya, Film Jejak Khilafah di Nusantaradiluncurkan pada Minggu (2/8/2020) lalu, dibuat oleh Nicko Pandawa dan Komunitas Literasi JKDN dan diputar perdana pada Kamis 20 Agustus 2020 kemarin. Namun film tersebut sempat diblokir beberapa kali di tengah pemutaran film.

"Video tidak tersedia. Konten ini tidak tersedia di domain negara ini karena ada keluhan hukum dari pemerintah," demikian isi notifikasi pemblokiran film seperti dilansir dari suara.com, Jumat 21 Agustus 2020.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dewasa ini "khilafah" bukanlah kata asing lagi, melainkan sudah menjadi perbincangan di banyak kalangan, dari warung kopi hingga adu opini di gedung-gedung tinggi, baik dari masyarakat biasa sampai pejabat pemegang kuasa.

Ada yang pro tak luput pula yang kontra, banyak yang menerima, karena merasa bahwa khilafah adalah ajaran Islam yang memang sudah patut dibincangkan bahkan diperjuangkan, namun tak sedikit pula ada yang merasa terancam hingga melakukan berbagai cara, mendiskriminasi, mendiskreditkan, bahkan mempersekusi segala yang berhubungan dengan ide khilafah atau yang merujuk pada kebangkitan dan persatuan ummat Islam.

Tak heran jika Fillm Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN) yang diputar serentak minggu lalu mengalami penjegalan berkali-kali. Namun baiknya Allah memudahkan dan mensukseskan pemutaran film ini hingga akhir walau diawali pun diakhiri dengan banyak drama dan diskriminasi.

Sebenarnya apa yang ditakuti?

Jika kita menoleh kembali ke belakang, bahwa Kemenag telah memindahkan materi khilafah dari mata pelajaran Aqidah kepada hanya mata pelajaran Sejarah. Sebab tak ingin ummat menyadari betapa khilafah adalah sebuah kewajiban, hingga harus disematkan dan dikenang hanya sebatas sejarah.

Namun anehnya, ketika ditawarkan film sejarah yang mengulas tuntas jejak Islam di Nusantara dan kaitannya dengan kekhilafahan juga mendapat banyak tantangan.

Hal ini tak lain adalah bahwa pemerintah sebagai pemegang otoritas kekuasaan menjadikan kendali nya untuk menangguhkan kesadaran berpikir rakyat ini, rakyat yang mayoritasnya adalah Islam itu sendiri. Rakyat dibiarkan meraba dalam keadaan buta dan bingung mana sejarah yang benar dan tidak benar, dengan mencoba menguburkan dan mengaburkan sejarah. 

 Padahal sejarah adalah senjata yang dapat menjadi pelajaran dan acuan dalam membangun bangsa, jika kita melupakan atau mencoba menguburkan sejarah maka kita telah mengubur hidup-hidup kemajuan negeri ini sendiri. Yang merugikan seluruh rakyat demi kepentingan segelintir orang yang haus akan tahta dan gemerlap dunia dan isinya.

Kerinduan itu akan membuncah sebagaimana JanjiNya Dalam QS. An-Nur/24:55 Allah SWT berfirman: وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai.

Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.

Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

Dengan demikian betapapun upaya-upaya untuk menjatuhkan ide Islam atau khilafah di tengah ummat ini makin menjadi-jadi, maka Akan Allah jadikan semakin banyak lisan-lisan lantang yang berani mengucapkan kebenaran, pemikir-pemikir cerdas yang membela perjuangan, dan Allah kirimkan bala bantuan yang tak mereka sangka-sangka karena Allah adalah sebaik-baik pembuat makar.

Maka jika hari ini kita menyaksikan Ide Islam dan ummat Islam di diskriminasi dan dipersekusi, kelak kita akan melihat bagaimana dengan caranya Allah menumbuhkan kerinduan dan kesadaran dalam hati dan benak ummat Islam untuk kembali bersatu dalam satu kepemimpinan, dalam satu naungan daulah Islam.

Yang dulu berteman baik dengan Nusantara bahkan menjadi penolong dan penyelamat negeri ini dari cengkeraman kejam kafir penjajah. Serta membawa mereka pada kesejahteraan karena rindu dan terus berjuang hidup dalam naungan Islam dan Aturannya yang Maha Sempurna untuk seluruh ummat manusia.

Wa Allahu A'lam Bisshawwab

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Khilafah: Dalam Timbangan Syariah dan Sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel