Solusi Islam Mengatasi Pelecehan Seksual pada anak

Solusi Islam Mengatasi Pelecehan Seksual pada anak

Oleh: Bunda Fadhil (Lubuklinggau)

Ironi, hidup di negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, namun kasus pelecehan seksual pada anak cukup tinggi.

Hampir setiap hari disajikan berita tentang kasus pelecehan seksual anak di bawah umur yang menyesakkan dada serta membuat hati orang tua meronta dan ngilu bagaikan disayat sembilu.

Kali ini kasus pelecehan seksual sungguh menyayat hati, seperti yang dilansir sumsel.tribunnews.com/2021/02/14. Kakek umur 78 tahun tega mencabuli bocah umur 6 tahun.

Peristiwa tersebut terjadi kamis (11/2/3021) pukul 15.00 Wib, di rumah kontrakan tersangka wilayah kecamatan baturaja timur kabupaten OKU, Sumsel.

Peristiwa pelecehan pada anak ini bukan hanya sekali terjadi di bumi pertiwi ini, namun ini adalah berulang kali terjadi, bahkan kasusnya semakin memprihatinkan.

Sebelumnya, dilansir Suara.com, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memaparkan pada Januari hingga Oktober 2019, angka kasus kekerasan seksual pada anak di sekolah meningkat. KPAI mencatat, terdapat 17 kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dengan korban 89 anak, terdiri dari 55 perempuan dan 34 laki-laki.

Tak kunjung membaik di awal 2020, sejumlah kasus kekerasan seksual pada anak masih mencuat. Di antaranya, kasus pelecehan seksual pada 12 siswi SD di Kecamatan Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh guru (48). Kasus tersebut diungkap polisi pada Januari 2020, namun sudah terjadi sejak Agustus 2019.

Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menerima lebih dari empat ribu laporan kekerasan terhadap anak sepanjang 1 Januari hingga 24 Juli 2020.

Dari jumlah tersebut, 1.111 anak mengalami kekerasan fisik, 979 anak mengalami kekerasan psikis, 2.556 anak menderita kekerasan seksual, 68 anak menjadi korban eksploitasi, 73 anak menjadi korban perdagangan orang, dan 346 anak menjadi korban penelantaran, (Voaindonesia.com, 28/07/2020).

Dari beberapa jenis kekerasan yang dilaporkan, ternyata kekerasan seksual menempati posisi teratas diikuti kekerasan psikis maupun fisik.

Sekulerisme dan Liberalisme Ancaman Bagi Anak-anak

Mencuatnya kasus pelecehan seksual pada anak ini bukan hanya semata-mata kesalahan individu saja, tapi ini kesalahan sistemik, hal ini terjadi karena pembiaran paham sekularisme dan liberalisme tumbuh subur di negeri ini.

Penerapan faham sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan, dan pemisahan agama dari kekuasaan tidak menjadikan akidah islam sebagai landasan hukum.

Negara hanya memfasilitasi rakyatnya dengan ibadah ritual saja, seperti sholat, zakat, puasa, dan haji saja, namun mengabaikan aturan islam lainnya yang harus diterapkan dalam negara, seperti salah satunya tidak menerapkan sanksi sesuai syariah.

Padahal menurut imam ghazali "Negara dan agama adalah saudara kembar. Agama merupakan dasar, sedangkan negara adalah penjaganya. Sesuatu yang tanpa dasar akan runtuh, dan dasar tanpa penjaganya akan hilang”

Akibat negara yang menerapkan paham sekularisme dan liberalisme yang lahir dari ideologi kapitalisme, tidak menerapkan aturan islam secara kaffah, maka kasus kriminal merajalela, salah satunya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak sanksi-sanksi yang diberikan kepada pelaku tidak menimbulkan efek jera, akibatnya laju mencuatnya kasus kekerasan seksual anak tak mampu dibendung lagi.

Sungguh tidak aman hidup di alam ideologi kapitalisme sekulerisme ini, dimana aturannya hanyalah nafsu untuk mempertahankan faham liberalisme semata tanpa mempertimbangkan moral generasi muda.

Negara yang dikelola faham sekulerisme menyebabkan kebijakan dari hulu (moral hazard) sampai hilir (pidana) jadi liberal.

Seharusnya negara menjamin keamanan kehormatan warganya, berharap pada ideologi kapitalisme hanyalah ilusi, sesuai slogan yang digaung-gaungkan, "kebebasan individu dan kebebasan bertingkah laku), membuat rakyat tidak punya payung sebagai pelindung.

Disatu sisi lain isu radikalisme makin digencarkan, kaum melenial yg istiqomah berpegang teguh agamanya dituduh terpapar radikalisme, ketika muslimah yang menjaga kehormatan dirinya dengan berjilbab syar'i difitnah, ditambah lagi aturan SKB 3 menteri yang mempersulit siswi berpakaian syar'i.

Cara Islam Menjaga Kehormatan Umatnya

Islam memiliki seperangkat peraturan hidup yang sempurna, seperangkat aturan ini tidak hanya diterapkan individu sebagai agama ritual saja, namun memiliki seperangkat peraturan yang harus diterapkan masyarakat dan negara.

Karena islam agama yang sempurna, maka islam memiliki undang-undang yang lengkap, ialah Alquran dan Assunnah, tak tanggung-tanggung Allah menurunkan Alquran sebanyak 6666 ayat, 10 % diterapkan individu dan 90 % diterapkan negara.

Maka dalam islam, negara adalah sebagai pelaksana hukum syariah, agar kehidupan manusia itu tertib, aman dan sejahtera.

Inilah solusi islam untuk mencegah dan mengatasi kasus pelecehan seksual:

1). Keluarga

Inilah pentingnya pemahaman islam yang baik yang harus dimiliki setiap individu dalam keluarga, keluarga adalah institusi kecil pelaksana hukum syariah.

Hendaknya orang tua memberikan batasan-batasan syariah anak laki-laki dan perempuan, anak-anak dididik dengan sistem pergaulan dalam islam, orang tua memberikan pemahaman kepada anak-anaknya bahwa tidak boleh dekat dengan laki-laki yang asing baginya, dari usia dini anak dididik perintah ghadul bashor (menundukan pandangan bagi laki-laki), pelarangan tabarruj (berhias berlebihan) bagi perempuan, perintah kerudung dan jilbab bagi muslimah, pelarangan ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan), larangan khalwat (berdua-duan dengan lawan jenis tanpa mahrom), tidak membiarkan perempuan safar sendirian, pelarangan pacaran bagi anak-anaknya.

b). Masyarakat

Hendaknya ada aktivitas amar ma'ruf dari masyarakat, agar kehidupan masyarakat terhindar dari fitnah

c). Negara

Hendaknya negara menerapkan sanksi yang sesuai hukum syariah yang berlaku.

Jika yang dilakukan adalah perbuatan zina, hukumannya adalah hukuman untuk pezina, yaitu dirajam jika sudah menikah, dicambuk seratus kali jika belum menikah, jika yang dilakukan adalah pelecehan seksual yang tidak sampai pada perbuatan zina atau homoseksual, hukumannya ta’zir.

Negara juga menutup dan memberantas akses film-film porno, menutup pintu-pintu diskotik, club malam, pelarangan dan sanksi tegas aktivitas hiburan malam.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Jika aturan islam diterapkan sempurna dalam negara, insya Allah negara berkah, aman, kehormatan umat manusia terjaga, hal ini bisa terjadi jika islam memiliki institusi sebagai pelaksana hukum syariah, ialah khilafah islmiyah.[]


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Solusi Islam Mengatasi Pelecehan Seksual pada anak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel