Prostitusi melibatkan anak dibawah umur,bagaimana sikap pemerintah?

Prostitusi melibatkan anak dibawah umur,bagaimana sikap pemerintah?

Oleh : Agustina (Aktivias Dakwah Muslimah Lubuklinggau)

Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading membongkar praktik prostitusi online yang melibatkan siswi kelas 5 SD berinisial AC (11) di Apartemen Gading Nias Residence Tower Emerald, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan, dalam kasus ini pihaknya mengamankan dua orang dari sebuah kamar di apartemen. "Yang kita amankan korban AC dan pelaku DF (27)," ujarnya di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (7/4/2021).

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku yang berperan sebagai mucikari menawarkan AC melalui media sosial atau aplikasi MiChat dengan harga Rp450 ribu. “Pelaku menawarkan korban kepada pria hidung belang dengan mengupload foto-foto korban. Di situ tertulis sekali main Rp450 ribu,” kata Guruh.

DF ditahan di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sementara, AC dikembalikan ke orangtuanya dan menjalani pemulihan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Kasus protitusi online anak dibawah umur juga melibat kan seorang selebritas cyntiara Alona, sebagai tersangka. Menjadikan anak dibawah umur sebagai korban, Alona terlibat dalam bisnis prostitusi itu bersama dengan dua tersangka lainya berinisial DA selaku mucikari dan AA sebagai pengelola hotel, diketahui bisnis ini berjalan di hotel milik Alona, Alona menjadi tersangka lantaran membiarkan kegiatan protitusi online terjadi di hotelnya, hal itu dilakukan guna menutupi operasional hotel dan bisnis.

Pasalnya saat pengeledahan ditemukan 30 kamar terisi dengan anak - anak dibawah umur. Dari keseluruhan itu ada 15 anak dibawah umur yang menjadi korban usaha prostitusi online itu. Rata - rata umur mereka 14 tahun sampai 16 tahun.

Sistem kapitalis sekuler, benar - benar gagal dalam mendidik generasi muda saat ini, anak -anak hanya dicekokin oleh gawai, mereka rela melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Kerusakan yang terjadi saat ini, bukan saja membuat orang jadi rakus, tapi juga jadi liar dan hilang sifat kemanusiaan, sampai - sampai anak - anak dijadikan objek pelacuran. Disini termasuk orang tua, yang rela menjual anak gadisnya kepada lelaki hidung belang, hanya untuk mengambil keuntungan yaitu uangnya saja, tanpa memikirkan masa depan dari anak - anak mereka.

Kebanyakan anak - anak, yang ikut di prostitusi ini mereka adalah orang miskin dan rawan menjadi korban, hanya karena iming - iming sebuah pekerjaan yang mendapatkan penghasilan yang lumayan besar mereka masuk dalam perangkap dunia malam.

Inilah sistem kapitalis yang telah gagal dalam melindungi generasi penerus bangsa. Begitu jelas kebobrokan sistem saat ini, mereka hanya di pusatkan untuk memikirkan materi dan kehidupan duniawi saja tanpa berpikir apakah ini halal atau haram, ini dijadikan ajang bisnis oleh sistem kapitalis, untuk meraup keuntungan yang besar.


Bagaimana Islam memandang persoalan ini?

Didalam syari'at Islam , sistem kehidupan yang paripurna kaum muslimin, keluarga apalagi pemerintah diberikan sebuah tanggung jawab untuk melindungi setiap anggota keluarga. Dalam keluarga, ayah bertanggung jawab untuk memberikan sebuah nafkah pada istri dan anak - anaknya, selain itu juga menjaga keamanan mereka dari berbagai gangguan.

Di dalam masyarakat, setiap anggota masyarakat ada kewajiban untuk saling ta'awun bil birri wa taqwa yaitu tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan pada siapa saja, termasuk memberikan bantuan sosial dan menjamin rasa aman lingkungan.

Dalam persoalan ini pihak yang paling bertanggung jawab dalam masyarakat adalah negara. Negara yang bisa melindungi masyarakat ini hanya bisa dilakukan oleh negara Islam, karena sistem pemerintahan Islam, mampu menjadi perisai yang melindungi masyarakat nya.

Khalifah (pemimpin) dan aparat harus melayani kebutuhan masyarakat sesuai dengan syari'ah Islam, contohnya jaminan kebutuhan pokok dengan kerja keras mengentaskan kemiskinan, kelaparan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat nya.

Dan negara juga akan memberikan sanksi sesuai kelibatan mereka, baik kasus penculikan, penipuan, kekerasan, pelecehan seksual dan pemerkosa akan diberikan sanksi atas tindakan mereka tersebut. Jika yang menjadi korban maka tidak dijatuhkan sanksi karena mereka dipaksa dan korban dari kejahatan.

Ini akan terwujud jika, dalam individu, masyarakat dan negara, berlandaskan aqidah Islam. Karena pemimpin dan rakyat nya hanya berpijak pada keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT.

Karena didalam Islam, jangankan nyawa manusia dan kehormatan manusia, nasib seekor keledai pun amat diperhatikan oleh pemimpin sebagaimana perkataan Khalifah Umar bin Khatab ra yang Masyur. Jika ada anak domba mati sia - sia ditepi sungai Eufrat (di Irak) sungguh aku takut Allah akan menanyai aku tentang hal itu (HR. Adz - Dzahabi).

Begitu indahnya jika Islam kembali diterapkan rasa aman akan terjamin. Ayo kita tinggalkan sistem kapitalis sekuler yang rusak ini, kita ganti dengan sistem Islam yaitu khilafah. dengan menyampaikan Amar ma'ruf nahi mungkar terhadap para penguasa yang dzolim agar mereka kembali kepada jalan kebenaran yaitu Islam Kaffah.

Wallahu'alam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Prostitusi melibatkan anak dibawah umur,bagaimana sikap pemerintah?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel