MISS QUEEN : KAMPANYE LGBT, NEGARA MISKIN PROTEKSI

MISS QUEEN : KAMPANYE LGBT, NEGARA MISKIN PROTEKSI

Oleh : Sri Cahya Nurani (Aktivis Dakwah Muslimah Lubuklinggau)

Terpilihnya Millen Cyrus menjadi geger publik yang menimbulkan tanda tanya dibalik Pemilihan Miss Queen Indonesia 2021. Yang memicu pro dan kontra dikalangan netizen.

Sebuah Ajang kontes kecantikan bagi para transgender ini diselenggarakan di Bali. Bahkan yang terpilih tersebut berhak ikut Miss Internasional Queen 2022 di Thailand.

Pada ajang tersebut, oleh MC, Millen ditanya “Bagaimana menghadapi diskriminasi yang masih sering terjadi kepada transpuan?” Alih-alih mengatakan “terima kasih atas pertanyaannya”, Millen malah menjawab, “terima kasih atas jawabannya.”

“Saya akan menjawab, masih banyak sekali diskriminasi yang terjadi pada transpuan di Indonesia. Dan saya di sini membuktikan untuk meng-speak up stigma negatif untuk menjadikannya positif hal terbaik untuk Indonesia dan bagi transpuan di Indonesia. Terima kasih,” jawab Millen lantang, namun berakhir dengan hujatan netizen karena dinilai jawabannya yang tidak nyambung.(terkini.id/02/10/21)

Millen Cyrus mengalahkan 17 kontestan di Miss Queen Indonesia 2021. Ia berhasil menjadi juara berkat usahanya dan pesan yang mau dibawa ke masyarakat. Sesuai dengan apa yang disampaikannya di acara tersebut.

"Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memanusiakan manusia," kata Millen Cyrus di sesi final question 3 besar Miss Queen Indonesia 2021. Ya, Millen berharap bahwa masyarakat Indonesia kedepannya bisa lebih menghargai perbedaan khususnya bagi Transpuan.

Karena kemenangannya ini, Millen Cyrus akan membawa nama Indonesia ke kancah Miss Queen International 2022 tahun depan di Thailand. So, Bagaimana nih menurut Anda prestasi baru yang disemat Millen Cyrus? (Okezone.com/01/10/21)

Tentu aib yang seolah seperti Prestasi, menjadi trend diera moderisasi dunia, yang kini tak terlampaui jejak jejak mereka. Sebuah momok besar yang berdampak pada para generasi.

Kampanye LGBT semakin bebas dan masyarakat makin toleran terhadap kerusakan ini. Bahkan, warganet memberi dukungan pada pemenang untuk Tampil diajang sejenis ditingkat global.

Waspada Negara melakukan pembiaran dan tidak menutup semua pintu penebaran ide dan prilaku LGBT karena adopsi kebebasan dan HAM liberal.

Eksistensi liberalisasi

Tak bisa Dipungkiri ditengah aturan sistem yang carut marut. Menjadi akar rusaknya Mental, Prilaku dan menghilangkan jejak pemahaman akan kodrat manusia yang Allah ciptakan.

Sehingga atas nama kebebasan ber prilaku disistem sekuler saat ini, menjadi eksistensi Kaum transgender yang merasa dirinya lahir di tubuh yang salah. Akhir nya merasa ingin membebaskan diri.

Lantas, Akan kah ini terus terjadi pembiaran oleh negara? Dengan atas dasar prinsip-prinsip pemberlakuan hukum HAM internasional dalam kaitannya dengan orientasi seksual dan identitas jender.

Disamping itu, WHO juga telah mengeluarkan transgender dari kategori gangguan mental. Ia dianggap sebagai penyakit, kelainan pada genetik atau kromosom.

Kesimpulannya, kaum transgender tetap harus dihormati haknya seperti manusia yang lain. Dan diarahkan pada tenaga ahli jika mengalami kebingungan.

Nah inilah salah satu penyebab miskinnya proteksi negara, yang bahkan tidak mampu mengatasi bahkan untuk mencegah kontes pun tidak punya kuasa secara penuh. akibat hukum yang tidak jelas.

Problem ini tentu mengakar seperti mata rantai. Dimana ini selain diakibatkan dari miskinnya proteksi negara . Namun juga kerdilnya keimananan, yang mana pemahaman Islam seharusnya diberikan sejak usia dini. Justru kehidupan Islam dijauhkan dengan aturan kehidupan saat ini.

Wajar saja jika hal ini membuat para generasi rusak. akal sehat dan nalurinya sudah tertutup hawa nafsu . Bahkan aturan agama yang sudah sangat jelas bisa diabaikan.

Tentu tak terlepas dari peran negara yang seharusnya memberikan periayahan terhadap masyarakat bahkan sanksi tegas terhadap pelaku maupun yang menjadi fasilitator. Karena mereka sama saja seperti pezina yang membiarkan hukum Islam yang jelas melarang hubungan transgender . Tapi justru mengakui keberadaan mereka.

Islam memberantas tuntas penyimpangan seksual

Islam Sebagai aturan kehidupan yang sempurna menjadikan Al Qur'an dan Sunah Sebagai sumber hukum , termasuk perkara LGBT.

Islam mengajarkan kita untuk mencegah sedini mungkin penyimpangan seksual. Rasulullah pun mempunyai cara untuk mencegah keluarga dan umatnya berperilaku menyimpang.

Sabda Nabi SAW, "Suruhlah anak-anak kalian mengerjakan shalat saat mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka (bila tidak mau mengerjakannya) saat mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka." (HR Abu Dawud).

Artinya, seorang anak yang terbiasa tidur satu ranjang dengan saudaranya sesama jenis dapat muncul dalam dirinya kesenangan terhadap sesama jenis (homoseks ataupun lesbian).

Dengan menjadikan HAM sebagai landasan dalam menentukan hukum sesuatu. Allah mewajibkan kaum muslim untuk menentukan hukum berdasarkan apa yang telah diturunkan Allah SWT dan Rasulullah Saw.

Demikian juga kaum lesbian. Rasulullah Saw bersabda, “Lesbi di antara wanita adalah (bagaikan) zina di antara mereka.” Imam Ibnu Hazm menyebut dalil yang telah mengharamkan mubâsyarah, yakni persentuhan kulit dengan kulit tanpa penghalang antar wanita di bawah satu selimut. Jenis dan kadar hukumannya diserahkan pada Khalifah.

Siapa saja yang tidak menentukan hukum berdasarkan hukum yang telah ditetapkan Allah, maka ia akan menjadi seorang yang dzalim, fasik bahkan kafir. Karena itu penegakan hukum Allah secara kafahlah yang dapat memberantas tuntas LGBT.

Di sisi lain, Islam juga akan menutup semua jalan masuknya pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam, termasuk penyimpangan seksual. Sistem Pendidikan Islam akan menguatkan keimanan dan membentengi semua individu dari pemikiran sesat seperti HAM dan LGBT.

Semua hukum terkait sanksi pelaku LGBT saling terkait dengan hukum lainnya, seperti sistem pendidikan, pergaulan, pelayanan umum dalam Khilafah, maupun sstem informasi dan komunikasi. Semua itu dalam bingkai penerapan syariat Islam secara kâffah.

Dengan demikian, semua warga negara, baik muslim maupun nonmuslim akan tercegah dan bisa selamat dari perilaku keji tersebut. Masyarakat akan terkondisikan hidup dalam suasana mulia, keluhuran akhlak, kehormatan, martabat, ketenteraman, dan kesejahteraan. Itulah gambaran kehidupan Khilafah Islamiyah yang kita rindu.[]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "MISS QUEEN : KAMPANYE LGBT, NEGARA MISKIN PROTEKSI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel